Blogroll

PRODUKSI TEMBAKAU

18.09 |


PRODUKSI TEMBAKAU

Di jaman modern seperti ini ternyata produksi tembakau secara tradisional masih membudaya di desa - desa.
Tahap - tahap dalamproduksi tembakau yang ada di desa saya meliputi :
1. Penanaman
Pada tahap pertama proses penanaman tembakau, benih disemaikan dalam persemaian yang dirancang khusus. Pada saat bersamaan, petani dengan cermat menyiapkan tanah di lahannya. Setelah dua bulan dalam persemaian, benih akan tumbuh menjadi tanaman setinggi 15-20 sentimeter dan siap dipindahkan ke ladang. Tanaman kemudian ditumbuhkan di ladang selama dua hingga tiga bulan setelahnya. Selama proses penanaman, tanaman dirawat untuk memaksimalkan hasil dan kualitasnya. Tanah dirawat secara teratur dan tanaman juga dilindungi secara cermat dari hama dan penyakit. Usahakan jangan terlalu banyak air (disiram) karena akan membuat bibit tembakau yang telah di pindahkan menjadi busuk.
2. Panen
Tahap selanjutnya adalah panen. Panen yang umum dilakukan di desa ku dengan memetik daun tembakau satu persatu. Proses panen dilakukan saat daun telah matang dan dalam kondisi prima untuk melalui tahap berikutnya.
3. Menata Daun Tembakau
Daun tembakau yang telah di panen di biarkan terkena udara, daun - daun tembakau tersebut sambil di sobek pada bagian tulang daun untuk menghilangkan tulang daunnya. Setelah dihilangkan tulang daunnya maka daun - daun tersebut di tata ( ditumpuk ) lalu di gulung.
4. Dimatangkan
Proses ini di lakukan tergantung keinginan petani, jika ingin daun yang di rajang matang maka di matangkan dengan didiamkan beberapa hari setelah digulungi. Tapi kalau ingin daun yang di rajang tua saja maka bisa langsung di rajang. Merajang tembakau tidaklah mudah tapi perlu keahlian.
5. Merajang Tembakau
Sebelum dirajang gulungan daun tembakau harus di cuci dahulu agar bersih dari kotorannya. Setelah itu gulungan di tata atau digulung kembali dengan ukuran yang lebih padat untuk kemudian dirajang. Alat merajangnyapun khas bernama "gobang" dan tempat untuk meletakkan gulungan yang akan dirajang namanya "cacak".
6. Menjemur
Setelah dirajang menjadi bagian yang kecil - kecil dan tipis - tipis, lalu di jemur di tempat yang dinamakan "widik". Widik adalah sebuah papan yang terbuat dari anyaman bambu. Menjemurnyapun harus punya keahlian karena tidak gampang. Setelah irisan tembakau terjemur di atas widik maka di jemur di bawah terik matahari selama 1 hari. Namun jika dalam 1 hari cuaca tidak bersahabat maka perlu waktu 2 hari agar kering.


 7. Proses Akhir
 Setelah tembakau kering maka di diamkan hingga melempem ( amem, layu, tidak keras ) agar saat di kelupas / di lepaskan dari widik tembakau yang kering tadi tidak remuk. Setelah itu tembakau yang telah di lepaskan dari widik di tumpung ( disusun ). Dan siap untuk di pasarkan.




















1 komentar:

paxdhe-mboxdhe mengatakan...

Kreatif bangett...
jilei kamerane tak nggo moto mamak_nyong,. wkwkwkk

Poskan Komentar

share

bintang

animasi

gelembung